Minggu, 05 Agustus 2007

MANAJEMEN PERS, MANAJEMEN UNIK

Prinsip dasar dari manajemen menurut G.R. Terry adalah suatu upaya memobilisasi berbagai sumberdaya untuk mencapai tujuan baik yang diharapkan. Terry mengklasifikasikan aktivitas manajemen modern berupa Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pelaksanaan (Actuating), serta Pengawasan (Controlling). Aktifitas manajemen selama ini - secara standar diterapkan pada satu susunan struktur aktivitas manjemen saja. namun berdasarkan perkembangan sosial yang terjadi, terutama dengan semakin majunya dunia informasi - standarisasi aktivitas manajemen pun mengalami perubahan yang menakjubkan. Aktivitas manajemen tidak hanya terpaku pada satu jalur kepentingan saja ( materiel indicator), tapi menjalar ke berbagai arah yang selama ini tabu untuk disentuh (inmateriel indicator). Penanganann pengelolaan aktivitas inmateriel yang selama ini merupakan bagian dari penanganan pengelolaan materiel, saat ini justru harus dipisahkan. Menurut para ahli manjemen saat ini, tanggungjawab keduanya memiliki karakter aktivitas yang sangat berbeda - yang jika dipisahkan akan menghasilkan bertambahnya nilai produktivitas didalam pengelolaan manajemen suau institusi. Contohnya : Perusahaan-perusahaan berskala dunia telah memisahkan manajemen materiel yang dipimpin oleh seorang Chief Executive Officer (CEO) dengan manejemen inmateriel yang dipimpin oleh Public Relations Officer (PRO). Antara CEO dan PRO memiliki posisi yang sama dan tanggungjawab berbeda di dalam suatu perusahaan yang menggunakannya.
Yang lebih unik lagi. Pemisahan ini tersubtitusi lagi dalam pengelolaan manajemen pers. Selain pemisahan antara CEO dan PRO tadi, di urutan bawahnya - terbagi lagi antara Pemimpin Perusahaan dengan Pemimpin Redaksi. Dimana Pemimpin Perusahaan memiliki tanggungjawab pengelolaan materiel perusahaan (produksi barang, marketing, keuangan, dan sebagainya), sedangkan Pemimpin Redaksi memilik tanggungjawab pengelolaan redaksional saja. Keduanya memilik otoritas masing. Keduanya tidak boleh berada dalam posisi saling intervensi. Keduanya harus saling mengisi untuk kemajuan perusahaan yang menaunginya. Yang satu mengejar proyek keuntungan, sedangkan yang satu lagi mengerjakan proyek idealis yang dikemas sebagus mungkin melalui seni grafis yang memikat.

Tidak ada komentar: