Terkesan sekali akan maksud Setiawan Djodi untuk membeli kembali seluruh saham Telkomsel dan Indosat yang hampir di take over seluruh kepemilikan sahamnya oleh Malayasia dan Singapura. Terlepas dari sebesar apa kepentingan bisnis yang diperoleh Djodi, secara prinsip kenegaraan dan kebangsaan, kita harus mendukung penuh maksud tersebut. Masih ingat salah satu garis utama dari Alvin Toffler ? Toffler mengatakan bahwa siapa yang menguasai informasi - dialah yang akan menguasai dunia.Ketika mengutarakan maksudnya itu, Djodi mencontoh pesan-pesan dari film Die hard 4.0 yang ditontonnya. Dimana dalam film tersebut, pemerintah AS yang nota bene tak terkalahkan dalam penguasaan teknologi informasi, suatu ketika kecolongan. Salah seorang teknorat informasi yang sakit hati karena tergeser jabatan, berhasil menghimpun kekuatan dan hampir berhasil mengacak-acak dan menguasai seluruh sistem informasi yang menggerakan seluruh tata kehidupan negara dan bangsa.
Kalau kita membiarkan dua negara kecil menguasai sistem informasi kita, apa yang akan terjadi ? Seluruh sistem pengaturan kehidupan negara dan bangsa kita akan diatur mutlak oleh kedua negara kecil yang tidak tentu akar sejarahnya tersebut. Masih ingat ketika detik-detik Soehato akan jatuh ? Suatu sumber resmi pemerintah mengabarkan bahwa pada saat itu, tiba-tiba selama satu jam - seluruh jalur instalasi komunikasi terhenti total. Siapa yang nge-jam saluran telekomunikasi tersebut ? Tak salah lagi, pasti dilakukan oleh suatu negara yang memiliki kekuatan teknologi super canggih di dunia ini. Bisa ditebak sendiri.
Akibat kelalaian pemerintah pada penguasaan teknologi informasi ini, bangsa kita semakin terpojok dan terlecehkan.
Mulai dari pencaplokan wilayah, pembakaran hutan, penganiayaan dan pembunuhan TKI, sampai ke penjegalan kuota perdagangan, Indonesia semakin kehilangan harga dirinya.
Kelemahan semacam ini, patut kita bebankan pada betapa lemahnya kita dalam hal pengusaan informasi ini. Padahal, banyak sekali tenaga muda yang ahli dalam bidang ini. Perlu kita ketahui, para hacker dan carder kelas dunia, banyak lahir di negeri ini ?
John Mc Lane (Bruce Willis) yang mewakili generasi terdahulu dalam film tersebut, diakhir cerita mengakui bahwa saat ini bukan lagi jamannya mendapatkan power kepemilikan berdasar-kan fisik, tapi saat ini adalah era dimana informasi adalah segalanya.


na sangat diyakini bahwa bukan hanya khalayak umum saja, kalangan pers sendiri banyak yang belum mengetahui secara jelas tentang sosok Dewan Pers tersebut. Pada era Orde Baru, Dewan Pers merupakan partner utama Departemen Penerangan (Deppen) dalam upaya menghitam-putihkan keberadaan pers kita. Dari mulai jual beli Surat Ijin Terbit (SIT) sampai ke rencana pemasungan pers atau lebih dikenal sebagai Konsentrasi Pers. 
